Kemunduran Mahasiswa Dalam Minat Baca

0
215

ppmk.web.id – Minat baca dikalangan mahasiswa Indonesia tergolong masih sangat rendah. Itu disebabkan perkembangan zaman dan teknologi informasi yang membuat mahasiswa lebih sering mencari informasi pengetahuan melalui internet dibandingkan dengan buku. Padahal kalu kita telaah lebih dalam Membaca buku itu merupakan sumber referensi ilmu pengetahuan yang sangat penting bagi mahasiswa. Sayangnya, mahasiswa masih banyak yang belum paham hal itu.

Rendahnya minat baca dikalangan mahasiswa dapat dilihat dari jumlah kunjungan yang ada di setiap perpustakaan kampus. Perpustakaan biasanya akan terlihat sangat ramai ketika menjelang datangnya ujian semester ganjil atupun ujian semester genap karena banyak mahasiswa yang mencari buku untuk mengerjakan tugas mereka. Sebaliknya, pada hari-hari biasa perpustakaan akan cendrung sepi pengunjung, dan hanya terlihat mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi di perpustakaan.

Budaya membaca bagi kalangan mahasiswa saat ini seperti bukan kebutuhan yang utama lagi. Jangankan untuk membaca buku, membaca Majalah dan Koran pun terkadang mereka malas. Yang sedang fenomenal banyak dikunjungi oleh mahasiswa saat ini justru tempat persewaan novel dan komik. Membaca novel dan komik memang tidak ada salahnya, namun membaca buku yang mengandung ilmu pengetahuan jauh lebih penting bagi mahasiswa. Mahasiswa itu membutuhkan bacaan yang mengandung ilmu pengetahuan agar intelektualitasnya lebih terasah tajam dan kritis. Dari kebiasaan membaca buku, mahasiswa juga bisa memperkaya kosa kata mereka serta mendatangkan inpirasi dan motivasi untuk menulis. Selain itu membaca juga dapat meningkatkan konsestrasi mahasiswa dalam berfikir.

Kurangnya mahasiswa untuk membaca sekarang disebabkan oleh banyak faktor. Foktor utama adalah sifat malas. Sifat malas inilah yang menjadi penghalang untuk membaca. Faktor kedua adalah pendidikan dasar dari orang tua. Jika sejak dini orang tua telah menanamkan budaya membaca pada anak-anak, maka ketika dewasa budaya membaca itu akan tetap ada padanya. Faktor ketiga adalah pengaruh lingkungan. Seperti halnya perkembangan teknologi salah satunya adanya internet yang memudahkan siapa saja untuk mengakses informasi, termasuk mahasiswa tidak perlu repot-repot untuk mendapatkan informasi yang diinginkan. Cuma hanya bermodal Hand Phone, Laptop dan koneksi internet. Dan faktor ke empat adalah bermain game. Dalam bermain game yang berlebihan akan menimbulkan efek negatif. Seperti halnya seseorang akan menjadi ketagihan bermain dan akan mempengaruh perkembangan otak dalam berfikir sehingga harus dihindari dalam bermain game yang berlebihan.

Di zaman yang modern dan serba canggi ini keberadaan internet membuat setiap hal terasa lebih praktis dibandingkan membaca buku, kita tinggal membuka mba Googel maka keinginan yang di inginkan akan keluar dengan sendirinya sehingga ada istilah mba Google itu bisa dikatan Tuhan. Mba Google merupakan segalanya dalam menjawab pertanyaan-peranyaan yang kita inginkan. Secara tidak langsung ini akan berdampak pada mahasiswa dimana mahasiswa akan bergantung pada internet dibandingkan untuk membaca buku sebagai acuan mendapatkan informasi dan ilmu.

Ini akan menjadi tantangan bagi mahasiswa itu sendiri. Dimana dalam merubah mindset seseorang tidak seperti membalikan telapak tangan sehingga tidak mudah untuk membuat mahasiswa menjadi rajin membaca buku. Membaca merupakan kesadaran dan kebiasaan yang terbentuk sejak dini, agar tercipta generasi yang minat bacanya tinggi, maka harus ada kesadaran para orang tua untuk mendorong dan menanamkan budaya membaca pada anak sejak kecil. Ajarilah anak-anak membaca buku mulai dari bacaan-bacaan ringan seperti bacaan dongeng, cerpen, puisi dan buku bacaan lainnya. Lama-kelamaan anak akan merasa terbiasa membaca buku. Tingkat konsentrasi anak pun akan semakin tinggi sehingga tidak akan merasa berat walaupun membaca buku yang tebal sekalipin.

Jika sudah teranjur dewasa dan menjadi mahasiswa yang malas membaca buku, maka akan sulit merubah kebiasaan tersebut. Salah satu hal yang akan mendorong mahasiswa membaca biasanya karena tuntutan tugas kuliah atau memang karena dosen yang memaksa. Minat baca mahasiswa terbentuk dari pribadi masing-masing. Hal yang terpenting untuk menumbuhkan minat baca mahasiswa adalah kesadaran. Mahasiswa harus sadar bahwa membaca buku adalah kebutuhan primer yang mutlak diperlukan agar mereka semakin berwawasan luas dan kritis serta tajam dalam berpandangan.
(Rozik Kasado)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY