Manusia Yang Terpenjara

0
55

ppmk.web.id – Sudah berapa lama kita tidak meluangkan waktu untuk sejenak saling bersapa. Atau saling berkunjug melepas rindu yang semakin melebar lantaran jarak yang semakin hari kian tak menentu. Atau mungkin juga karena aktifitas yang teramat padat merayap hingga kita tak mampu lagi membedakan mana kerja untuk kebahagiaan dan mana kerja semata-mata karena keterpaksaan. Lalu kita melupakan satu hal yang teramat penting, bahwa semua nominal yang kita kejar dan timbun dalam buku tabungan, seharusnya semakin membuat kita bahagia di antara mereka yang mampu membuat kita ceria.

Apakah kau masih ingat, kapan kau terakhir menghabiskan waktu bercanda gurau dengan sahabat-sahabatmu, keluargamu, atau siapa saja yang ketika di antara mereka, kau mampu menjadi manusia bebas dan merdeka melakukan segala hal kapanpun dan dimanapun. Yaa, menjadi dirimu sendiri tanpa harus ada kepura-puraan?

Apakah kau rela jika dirimu setiap hari di permainkan oleh keadaan yang secara perlahan tapi pasti, merenggut kebebasan dan kemerdekaanmu; mematikan nalarmu, bahkan hingga menepis segala macam potensi daya kreatifitasmu sebagai manusia yang cerdas dan tangkas?

Lalu sementara itu, apakah engkau masih berani memekik suara kebebasan dan kemerdekaan? Oh, tidak! Kau kini terpenjara kawan. Kau tak ubahnya robot tanpa visi kemanusiaan. Kau benda hidup yang tak bergairah sama sekali. Kau tak punya Ideologi. Bahkan kau kini sedang menjelma sebagai mesin-mesin penghasil uang untuk kekayaan segilintir orang.

Apakah selamanya kau akan begitu, kawan?! Tidak, aku percaya, kau hanya sedang lalai dalam memaknai hidup dan kehidupan. Sehingga kaupun kehilangan arah dan tujuan hidupmu.

Oleh karena itu, maka aku ingin mengajakmu, kemarilah, mari duduk bersamaku. Akan aku hidangkan secangkir kopi yang nikmatnya belum pernah kau kecap melalui lidahmu.

Mari kita nikmati panasnya secangkir kopi ini dalam perjumpaan silaturrahim yang menurut sabda Nabi, akan memanjangkan umur, juga melapangkan pintu-pintu rezeki kita. Lalu adakah yang lebih nikmat dari jaminan ini, kawan?

Maka jangan sampai engkau penjarakan dirimu sendiri! Bebas dan merdekalah!

(M. Fazwan Wasahua)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY